google-site-verification: googlea9a7bb945be0257d.html Jagad-enjang: Ciri Gejala Peradangan Usus Buntu / Apendistis

Tuesday, March 12, 2013

Ciri Gejala Peradangan Usus Buntu / Apendistis

Ciri dan gejala peradangan Usus Buntu yang umum terjadi. Gejala yang timbul sering diawali dengan rasa nyeri yang amat sangat pada perut bagian kanan bawah, rasa mual dan muntah. Gejala peradangan Usus Buntu bisa menjadi pertanda bahwa kondisi seperti ini merupakan tanda peradangan dan infeksi usus buntu telah terjadi. Inilah ciri dan gejala peradangan Usus Buntu.


Mengapa bisa terjadi peradangan usus buntu, karena adanya penyumbatan di dalam usus buntu dan terus menumpuk dalam waktu yang cukup lama. Berikut ciri dan gejala Peradangan Usus Buntu.

Penyakit usus buntu merupakan peradangan dan infeksi pada bagian usus buntu (Apendix). Penyumbatan dan peradangan usus buntu jika berlanjut dalam waktu sekian lama, bisa berakibat usus buntu bisa pecah dan makin parah. Posisi usus buntu terletak pada bagian perbatasan antara usus besar dan usus halus berbentuk seperti jari, yang berupa bagian yang menonjol dan kecil , atau juga sering disebut umbai cacing.

Secara spesifik apa fungsi usus buntu memang belum di ketahui pasti. Ada pendapat bahwa fungsi usus buntu bisa membantu sebagai pertahanan tubuh. Banyak faktor yang bisa menyebabkan peradangan usus buntu dan memang tidak pasti karena satu hal. Dari pengalaman medis, peradangan atau infeksi usus buntu sering didahului dengan penyumbatan di dalam usus buntu, ini berdasar kebanyakan kasus yang terjadi.

Penyakit ini cukup serius dan menimbulkan rasa sakit/nyeri yang luar biasa. Jika tanpa ada pengobatan maka peradangan atau infeksi usus buntu ini bisa pecah dan berakibat fatal. Maka bukan tidak mungkin menyebabkan kuman usus masuk ke dalam perut, menyebabkan peritonitis. Pada wanita bisa memicu terbentuknya abses (benjolan) , bisa menyebabkan kemandulan karena indung telur dan saluran terjadi penyumbatan akibat terinfeksi. Kuman masuk ke dalam pembuluh darah (septikemia)

Ini adalah gejala peradangan usus Buntu dengan gejala yang khas:

Mual, muntah dan nyeri yang hebat di perut kanan bagian bawah.
Nyeri dimulai di bagian perut sebelah atas dan bisa muncul secara mendadak, ditambah rasa mual dan muntah.

Gejala selanjutnya yang muncul, selang beberapa jam, rasa mual ini akan hilang. Namun setelah itu rasa nyeri akan muncul lagi dan berpindah ke bagian perut kanan bawah. Jika daerah ini ditekan, penderita bisa merasakan nyeri jadi berkurang, namun saat penekanan dilepaskan, maka rasa nyeri akan bertambah tajam.

Suhu badan tinggi/demam bisa mencapai suhu 38 derajat C/lebih. Pada kasus usus buntu yang sering dialami anak-anak dan bayi, rasa nyeri akan bersifat menyebar (di semua bagian perut). Pada kasus orang tua dan wanita hamil, rasa nyeri mungkin lebih ringan dan tumpul.

Untuk penanganan dan pengobatan peradangan usus Buntu secara total adalah dengan pembedahan atau operasi, ini sangat penting. Dengan pembedahan maka akan mencegah terjadinya ruptur (peca), terbentuknya abses dan peradangan selaput rongga perut (peritonitis). Jika di diagnosa untuk kasus peradangan usus Buntu, jumlah sel darah putih agak meningkat karena sebagai respon tubuh terhadap infeksi. Hasil pemeriksaan fisik dan gejalanya yang timbul secara khas bisa menjadi acuan tentang peradangan usus Buntu.

Yang harus diperhatikan adalah penanganan harus segera dilakukan. Penundaan pembedahan bisa berakibat fatal, karena setelah gejala muncul, dalam waktu kurang dari 24 jam, usus buntu yang terinfeksi bisa mengalami pecah, dan tentu sangat berbahaya. Pembedahan memang menjadi cara paling baik dan aman dan harus segera dilakukan jika memang sudah dalam kondisi berat.

No comments:

Post a Comment